The Veil

Standard

Hijab Muslimah

 

<Hijab itu tanda ketaatan seorang muslimah kepada Allah dan Rasul-Nya Al Ahzab: 33, 36, 53, 59, An Nuur: 31)

<Hijab itu iffah (menjaga diri) (Al Ahzab: 59)

<Hijab itu kesucian (Al Ahzab: 32, 53)

<Hijab itu pelindung (Al Ahzab: 59)

<Hijab itu ketakwaan (Al A’raf: 26)

<Hijab itu keimanan (Al Ahzab: 59, An Nuur: 31)

<Hijab itu rasa malu.

<Hijab itu ghirah (rasa cemburu).

Maukah anda bersaing dengan Bidadari Syurga?

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutra halus dan tebal, (duduk) berhadap2an. Demikianlah… dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari bermata jeli.” (Ad Dukhan: 51-54)

Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah bahawa:

<Beliau Radhiallahu’anha berkata, “Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari2 yang bermata jeli…”

Rasulullah menjawab, “Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

 

<Ummu Salamah berkata lagi, “Jelaskan ya Rasulullah tentang firmanNya: laksana mutiara yang tersimpan baik (Al Waqi’ah: 23).”

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.”

<Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah: Di dalam surga itu ada bidadari yang baik2 lagi cantik2 (Ar Rahman: 70).”

Rasulullah menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”

<Ummu Salamah bertanya lagi, “Jelaskan padaku tentang firman Allah: Seakan2 mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik (Ash Shafat 49).”

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya atau yang biasa disebut putih telur.”

<Ummu Salamah bertanya lagi, “Ya Rasulullah jelaskan padaku tentang firman Allah: Penuh cinta lagi sebaya umurnya (Al Waqi’ah: 37).”

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita2 yang meninggal di dunia dalam usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tau, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita2 gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

<Ummu Salamah lalu bertanya lagi, “Manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita2 dunia lebih utama daripada bidadari2 seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

<Ummu Salamah bertanya lagi, “Mengapa wanita2 dunia lebih utama daripada bidadari?”

Rasulullah menjawab, “Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami redha dan tidak pernah bersungut2 sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

<Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki2 lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun di surga. Siapakah diantara laki2 itu yang akan menjadi suaminya disurga?”

Rasulullah menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata ‘Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya.’ Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa 2 kebaikan, dunia dan akhirat.”

(HR Thabrani, -belum bertemu darjat kesahihannya-)

-sumber-

 

Advertisements

About qatrunnada

"Allahu Ghoyatuna, ar-Rasul Qudwatuna, al-Quran Dusturuna, al-Jihad sabiluna, al Mautu fi sabilillah asma' a'malina..." maksudnya: "Allah adalah tujuan kami, Rasulullah teladan kami, al-Qur'an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami, mati di jalan Allah adalah cita2 kami tertinggi..." Jika hari ini aku terlalu gembira.. Sedarkanlah aku dengan amaran-amaran Allah.. Jika aku bersedih tanpa kata.. Pujuklah aku dengan zikir Pencipta.. Jika aku lemah tak bermaya.. Ingatkanlah aku dengan kehebatan syurga.. Jika antara kita ada tembok yang memisahkan.. Ajaklah aku meleraikan segera.. Jika pernah hatimu terluka.. luahkanlah agar aku berubah.. Dan.. Jika esok kulena tanpa terjaga.. Iringilah lenaku dengan kalungan doa... Berjanjilah Ukhwah Kita Untuk Selamanya... sesungguhnya manusia itu alpa.. selautan ilmu Allah, hanya setitik dimiliki.. namun, sang hamba tetap akur..semakin ilmu Tuhan itu diselami, semakin kecil dirasakan dirinya.. hanya hamba kepada Rabbul 'Izzati.. lantaran itu, sang hamba pantas memercikkan setitik imunya, agar dapat manusia lain merasai kedinginannya.. saling ingat mengingati.. nasihat menasihati...

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s