Hati Para Da’ie…

Standard

Ku Merintih…

0008050dx9q

Dikala dinihari… aku termenung sendiri… mengenang dosa-dosa lalu… Janji Pencipta bagi mereka yang beriman dan beramal soleh sepertinya tidak layak bagi diri ini… Hanya bermuka dua! Mengaku sebagai pejuang… dalam tidak sedar, aku sendiri mungkin tertipu dengan perjuangan…

Bagaimana yang dikatakan bekerja tanpa hati? Bilamana kita terhimpit dengan tugas dan amanah… masa tidak menjadi ukuran… kita sibuk dengan perbincangan demi menyelesaikan permasalahan ummat, tapi sebenarnya tanpa kita sedari telah lama syaitan laknatullah menyucuk jarum kedalam hati pejuang-pejuang ini… sehinggakan terdetik perasaan yang aneh antara mereka… Terkadang kita dapat sedari dari awal.. dan kadang-kadang sudah terlambat dan sukar untuk dibuang… yang sebenarnya pabila sukar untuk dibuang itulah yang menjadikan kita lalai, leka dan alpa… Tanpa sedar kita seronok dengan perasaan itu… na’uzubillah… astaghfirullah… JANGAN TERTIPU DENGAN PERJUANGAN!!! Bila sudah sampai tahap ini, kita mengaku sebagai pejuang yang hanya untuk menutup coretan kotor disebalik wajah!.. Yang menjadi fitnah bagi pejuang Islam yang lainnya… Yang menjadi fitnah kepada Islam itu sendiri sebenarnya…

Ya Allah… adakah ana tergolong dalam golongan ini? Astaghfirullah…! La ilaha illa anta subhanaka inni kuntumminaz zolimin… hati ini merintih lagi…

Bekerja antara muslimin dan muslimat tanpa melibatkan hati sahajalah yang InsyaAllah boleh membantu menghindari penyakit hati yang merbahaya ini… Kerana kehadiran hati bisa ditusuk dengan sembilu hasutan syaitan… tapi bagaimana?

Memang fitrah manusia suka menyayangi dan ingin disayangi… memang fitrah manusia suka diambil perhatian dan ingin memerhati… ranjau dalam perjuangan yang paling besar para pejuang sering hadapi adalah hati… bilamana kita ini mengaku ingin berjuang, pada masa yang sama perlu menjaga hati… agar tidak tercuit rasa yang kasih sayang dan cinta selain pada Ilahi Rabbi… agar tidak terbekas dihati tertarik pada sang yang bukan ajnabi… Manusia sememangnya sukakan keindahan… kerana itu keluarlah pepatah “Dari Mata Turun Kehati”…

Tipulah kalau muslimah pejuang itu mengatakan tidak pernah hatinya tercuit sedikit pun menyukai muslimin itu… dan tipulah kalau muslimin pejuang itu mengatakan tidak pernah hatinya tercuit sedikitpun menyukai muslimat itu…

Begitu juga bagi mereka yang menyimpan benci dan iri… atas pernyataan ‘tidak serasi’… kesusahan, kelemahan, keburukan menjadi agen duri dalam hati… hilang istilah pengorbanan…hilang makna persahabatan…dengan itu, perbaikilah hati… jangan ada hati disebalik hati…

Ya Rabb… bagaimana ingin menjaga hati ini…? Ya ‘Aziz… aku tidak ingin menjadi seorang muslimat yang melalaikan muslimin mujahid sebarisan denganku… aku tidak ingin menjadi muslimat yang lalai dengan duniawi… Ya Ghaffar… hati ini was-was dengan pendirian diri…

an-naas

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

  1. Katakanlah (wahai Muhammad): Aku berlindung kepada (Allah) Pemelihara sekalian manusia.
  2. Yang Menguasai sekalian manusia.
  3. Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia.
  4. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam.
  5. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia.
  6. (Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia.

Ya Allah… memang sangat benarlah dengan kalamMU penunjuk jalan yang lurus.. cahaya dikala gelita… kepada Kitabullah Rabbul Jalil itulah tempat mencari… dalam pada aku kesesatan… Sesungguhnya aku akur… Was-was itu hanyalah bisikan syaitan nirrojim… Ya Rabb kembalikanlah aku kepada cintaMU…

Bagaimana yang dikatakan bekerja tanpa kehadiran hati sebenarnya adalah, pertama : kita bekerja dalam keadaan tanpa ragu… tanpa was-was… kedua : teruskan berfikir untuk Islam dalam keadaan tidak ade hati disebalik hati… tiada ada niat lain selain hanya untuk bergerak kerja untuk Islam….ketiga :  Kepada Ilahi Rabbi tempat mngadu hati… Kepada Rabbul Jalil tempat disandarkan segala keinginan dan hasrat… keempat : Kepada Sang pencipta jugalah tempat diserahkan segalanya bagi memimpin setiap gerak hati dan semua tindakan… InsyaAllah… Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang…dan yang kelima: Husnu Zhon (bersangka baik) dengan sesama sahabat sebarisan… Allahu Rahman wa Rahim…

Wallahualam…

Sumber : HALH

Advertisements

About qatrunnada

"Allahu Ghoyatuna, ar-Rasul Qudwatuna, al-Quran Dusturuna, al-Jihad sabiluna, al Mautu fi sabilillah asma' a'malina..." maksudnya: "Allah adalah tujuan kami, Rasulullah teladan kami, al-Qur'an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami, mati di jalan Allah adalah cita2 kami tertinggi..." Jika hari ini aku terlalu gembira.. Sedarkanlah aku dengan amaran-amaran Allah.. Jika aku bersedih tanpa kata.. Pujuklah aku dengan zikir Pencipta.. Jika aku lemah tak bermaya.. Ingatkanlah aku dengan kehebatan syurga.. Jika antara kita ada tembok yang memisahkan.. Ajaklah aku meleraikan segera.. Jika pernah hatimu terluka.. luahkanlah agar aku berubah.. Dan.. Jika esok kulena tanpa terjaga.. Iringilah lenaku dengan kalungan doa... Berjanjilah Ukhwah Kita Untuk Selamanya... sesungguhnya manusia itu alpa.. selautan ilmu Allah, hanya setitik dimiliki.. namun, sang hamba tetap akur..semakin ilmu Tuhan itu diselami, semakin kecil dirasakan dirinya.. hanya hamba kepada Rabbul 'Izzati.. lantaran itu, sang hamba pantas memercikkan setitik imunya, agar dapat manusia lain merasai kedinginannya.. saling ingat mengingati.. nasihat menasihati...

5 responses »

    • aiikk…?
      enta ni akh kamal…! kate je mcm kanak2… tp enta la yg kene kawin sudah… ndak payah tggu tahun depan… tahun ni pn bole sudah…
      ana tak sabar nk rase nasi minyak enta…. InsyaAllah…. huhu
      kalo dua2 tarik menarik, kawinla… kalo sebelah je yg menarik? sebelah lagi tak perasan @pun menolak mcm mne?
      hmmm….enta kan pakar dlm teknik memikat…?
      perturunkanla ilmu… untuk keberlangsungan bg pnylesai mslh ummat….masalah penggerak jihad…

      Like

  1. salam ziarah buat ukhti qatrunnada.

    artikel ni masya Allah. buat ana insaf dan ana takut juga. astaghfirullahal ‘azim. takut sangat-sangat bila bekerja antara muslimin dan muslimat, sama ada melibatkan hati atau tidak. hati yang sebagaimana, hati yang dipimpin syaitan tanpa kita sedari.

    ya Allah, ana takut sangat-sangat. takut kalau-kalau niat kita bekerja semata-mata untuk islam itu pada mulanya, akhirnya sudah menyeleweng sedikit, teralih pula pada gerak kerja si pelaku si muslimin, ataupun si muslimat. ya Allah..

    kita ini sangat lemah. hanya kepada Allah tempatku mengadu dan berserah. telah banyak dosa yang telah kita lakukan tanpa kita sedari. astaghfirullahal ‘azim 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s