Lorong sunyi…

Standard

Rabu, 13 April 2013, 22:55pm

Terimbau kenangan lalu tatkala Lauk ‘Sup Ekor’ ditempah untuk makan malam bersama sahabat2. Restoran tepi jalan utama kawasan perindustrian di Pulau ini sering menjadi lokasi untuk santapan jasadi kami. Aku bersyukur kerana sempat melihat wajah2 kegembiraan sahabat2ku. Merekalah peneman di perantauan tanpa keluarga di sisi. Kadang ketidaksefahaman itu menggugat keamanan, namun itulah lumrah kehidupan. Justeru dengan memandang kesefahaman dan titik serasi itu lebih penting dan lebih mengasyikkan dalam pada mencari keserasian. Aku bersyukur punya sahabat. Tanpa mereka, lorong sunyi itu tentu terasa lewat sekali kujalani dengan berkira-kira bilakah penghujungnya.

‘Sup  Ekor’ lauk kegemaran babah suatu ketika dulu sangat kuingati. Menjadi kegemaranku kini. Air barli suam turut bertakhta sebagai menu minuman yang kerap kali kupinta pada si tukang pengambil tempahan makanan di mana2 restoran yang sempat aku pergi.. Keasyikan melayan kerenah sahabat tiba2 terganggu dek terselit satu rasa.. lorong sunyi itu sering bertamu di waktu kesibukanku mahupun kelapanganku.. sering membuatkanku hilang tumpuan pada alamku kini… dan ia juga sering membawa daku melayari sebuah alam lain… di lorong sunyi itu…

lorong

Advertisements

About qatrunnada

"Allahu Ghoyatuna, ar-Rasul Qudwatuna, al-Quran Dusturuna, al-Jihad sabiluna, al Mautu fi sabilillah asma' a'malina..." maksudnya: "Allah adalah tujuan kami, Rasulullah teladan kami, al-Qur'an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami, mati di jalan Allah adalah cita2 kami tertinggi..." Jika hari ini aku terlalu gembira.. Sedarkanlah aku dengan amaran-amaran Allah.. Jika aku bersedih tanpa kata.. Pujuklah aku dengan zikir Pencipta.. Jika aku lemah tak bermaya.. Ingatkanlah aku dengan kehebatan syurga.. Jika antara kita ada tembok yang memisahkan.. Ajaklah aku meleraikan segera.. Jika pernah hatimu terluka.. luahkanlah agar aku berubah.. Dan.. Jika esok kulena tanpa terjaga.. Iringilah lenaku dengan kalungan doa... Berjanjilah Ukhwah Kita Untuk Selamanya... sesungguhnya manusia itu alpa.. selautan ilmu Allah, hanya setitik dimiliki.. namun, sang hamba tetap akur..semakin ilmu Tuhan itu diselami, semakin kecil dirasakan dirinya.. hanya hamba kepada Rabbul 'Izzati.. lantaran itu, sang hamba pantas memercikkan setitik imunya, agar dapat manusia lain merasai kedinginannya.. saling ingat mengingati.. nasihat menasihati...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s