Perginya Sang Murobbi..

Standard

Sabtu, 14  Febuari 2015, 2:00pm

Bismillah pembuka bicara…

Pernah suatu ketika dulu, sewaktu tahun pertama di kampus, saya bermimpi pilihanraya sesi ketika itu (PRU-12) Pakatan Rakyat memenangi tampuk kepimpinan negara. Kemenangan kali pertama, pihak lawan menuntut untuk diadakan undian kali kedua… Tuan Guru Nik Abdul Aziz dengan redha tenangkan pengikutnya berkata, “Tak apa..kita ikutlah..” Undian kali kedua juga membawa keputusan yang sama.. Dan Tuan Guru turut mengulangi kata-katanya seperti yang awal.. Namun kali ketiga turut memberi keputusan undian yang sama… Tampuk kepimpinan negara kerusinya dimenangi Pakatan… Dan mimpi terhenti…

Sepanjang sesi kempen dan pilihanraya negara berlangsung, mahasiswa kampus seluruh negara turut merasai bahangnya… Tak terkecuali UMSKAL… saat pengumuman keputusan, saya dan rakan-rakan berada di Dewan Utama kampus sedang buat persiapan program.. ketika keputusan disampaikan oleh Kak Mahira, yang menyatakan bahawa Pakatan memenangi 5 buah negei, saya terduduk…tak tertahan sebak hati…perkara itu teringat kembali…gagahkan diri, mula menutur menceritakan tentang itu pada kak mahira…

Semenjak itu, hasrat dihati untuk bertemu Tuan Guru terpatri.. Namun, sehingga akhir hayatnya belum sempat bertemu secara dekat… Belum sempat mencedok hikmah dari kalam beliau secara berdepan… Namun, Allah mentaqdirkan diri ini menjejak kaki ke Pantai Timur untuk pengkebumian SANG MUROBBI ummah ini…

11001775_450711515077931_7134255063567189820_n

Suasana sepanjang perjalanan… awan mendung (panas tak terik).. ada hujan renyai sikit…lautan manusia yang hadir…jalan sesak di sana…namun hati sabar…dan semua lautan manusia yang hadir berkesempatan mendekat walaupun di makamnya….ziarah dan solat jenazah berjemaah bergilir…kami bertolak pulang ke KL anggaran dalam jam 2pm..bertolak dari Maahad, jam 2.30am semalam… Alhamdulillah..

kalimah Allah dihari Pengebumian Tn.Guru Nik Aziz lautan manuasia di Pulau Melaka tn.guru 2 tn.guru

Sekembalinya dari melawat makam Tn.Guru Nik Abd Aziz… Sayunye hati tak terkata… saat pertama kali menjejak tanah bercahaya pantai timur.. Belum sempat berjumpa ketika hayatnya…memungut hikmah para ulama…merasai jiwa juang syuhada.. Moga ada penggantinya… Moga diri kita dan anak-anak keturunan kita juga penggantinya… Allahumma amiin…

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu
Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu
Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu
Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati
Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani..
Album :
Munsyid : Izzatul Islam
Advertisements

About qatrunnada

"Allahu Ghoyatuna, ar-Rasul Qudwatuna, al-Quran Dusturuna, al-Jihad sabiluna, al Mautu fi sabilillah asma' a'malina..." maksudnya: "Allah adalah tujuan kami, Rasulullah teladan kami, al-Qur'an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan juang kami, mati di jalan Allah adalah cita2 kami tertinggi..." Jika hari ini aku terlalu gembira.. Sedarkanlah aku dengan amaran-amaran Allah.. Jika aku bersedih tanpa kata.. Pujuklah aku dengan zikir Pencipta.. Jika aku lemah tak bermaya.. Ingatkanlah aku dengan kehebatan syurga.. Jika antara kita ada tembok yang memisahkan.. Ajaklah aku meleraikan segera.. Jika pernah hatimu terluka.. luahkanlah agar aku berubah.. Dan.. Jika esok kulena tanpa terjaga.. Iringilah lenaku dengan kalungan doa... Berjanjilah Ukhwah Kita Untuk Selamanya... sesungguhnya manusia itu alpa.. selautan ilmu Allah, hanya setitik dimiliki.. namun, sang hamba tetap akur..semakin ilmu Tuhan itu diselami, semakin kecil dirasakan dirinya.. hanya hamba kepada Rabbul 'Izzati.. lantaran itu, sang hamba pantas memercikkan setitik imunya, agar dapat manusia lain merasai kedinginannya.. saling ingat mengingati.. nasihat menasihati...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s