Category Archives: Coretan buat Da’ie

Salam Ramadhan 1436h

Standard

Jumaat, 5 Jun 2015,10:02pm

Ramadhan dirindukan…tinggal beberapa hari lagi kita akan dipertemukan dengannya… Subhanallah…apakah rasa yg hadir ini…serasanya kali ini lain dari tahun yg lalu… ibarat musafir kehausan mengharap ditemukan air yg dingin…

“Allahumma baariklana fi Rajab, wa Syaaban, wa ballighna Ramadhan”

Dikesempatan ini ana mohon maaf andai ada terkasar bahasa…tersilap bicara…ketegasan peri…kelainan tingkah…kekhilafan diri…samada sedar atau tidak…

ramadhan-in-the-sky

 

Nabi sallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Solat lima waktu, Juma’at ke Juma’at, Ramadan ke Ramadan, adalah penghapus dosa-dosa yang terjadi di antara waktu tersebut jika dijauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim no: 233)

“Sesiapa sempat bertemu bulan Ramadan dan tidak diampun dosanya, maka semakin jauhlah dia dengan Allah” (HR Ibn Hibban)

“Telah datang kepadamu Ramadan, bulan berkah, Allah mewajibkan kamu berpuasa, pada bulan ini pintu-pintu syurga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup, syaitan diikat, dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. (HR Imam Ahmad dan Imam Nasa’i)

Nabi sallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Apabila tiba bulan Ramadan maka dibuka pintu-pintu rahmat.” (HR Muslim)

Nabi sallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan kerana iman dan ikhlas mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampun oleh Allah.” (HR Bukhari)

Nabi sallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Apabila datang bulan Ramadan, kerjakanlah umrah kerana sesungguhnya umrah pada bulan Ramadan adalah menyamai haji.” (HR Bukhari)

Nabi sallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Sesiapa bersolat pada malam Ramadan dengan keimanan sebenar dan mengharapkan ganjaran daripada Allah, akan diampun dosa-dosanya yang lalu.” (HR Muslim)

Daripada Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhum, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”. Para sahabat bertanya.”Kenapa engkau berkata amin, amin, amin, wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’.Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’ “. Kemudian Jibril berkata lagi.’Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak berselawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.” (HR. Bukhari di dalam Adab al-Mufrad no 644)

saum-ramadhan

#sayangKALIANkeranaALLAH

Tips Ramadhan buat ibu-ibu…

tips_for_mothers_during_ramadhan_by_nihadriz-d6avkw8

Advertisements

Mencari Spirit Yang Hilang… “Sang Murobbi”…

Standard

DOA RABITHAH – Izzatul Islam

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

~~Travelog persis Allahyarham Tuan Guru Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat… Subhanallah…”Mencari Spirit Yang Hilang”… Ya Rabb.. Kukuhkan iman dan langkah kami…

image2

RUHUL JADID – SHOUTUL HAROKAH

Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa
Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami petualang mencari kebenaran
Mencari makna serta hakikat manusia
Kami berjuang menegakkan kehormatan
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa
Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami berbekal al-Quran hakiki
Meneruskan cita dan risalah para nabi
Kami sandang julukan generasi ghuraba
Biar saatnya datang kami pimpin dunia

Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa
Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami semangat baru
Siap maju hancur semua musuh
Kami tentara Allah
Siap korbankan harta bahkan jiwa
Kami semangat baru
Siap maju hancur semua musuh
Kami tentara Allah
Siap korbankan harta bahkan jiwa

Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa
Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami serahkan semua hidup pada Allah
Kami tekadkan tuk ikuti Rasulullah
Kami serahkan semua hidup pada Allah
Kami tekadkan tuk ikuti Rasulullah
Usung panji Ilahi
Iman kuat membaja
Hadapi tirani
Bebaskan ummat dunia
Bebaskan ummat dunia

Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa
Ar-ruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Ar-ruhul jadid (5x)

Perginya Sang Murobbi..

Standard

Sabtu, 14  Febuari 2015, 2:00pm

Bismillah pembuka bicara…

Pernah suatu ketika dulu, sewaktu tahun pertama di kampus, saya bermimpi pilihanraya sesi ketika itu (PRU-12) Pakatan Rakyat memenangi tampuk kepimpinan negara. Kemenangan kali pertama, pihak lawan menuntut untuk diadakan undian kali kedua… Tuan Guru Nik Abdul Aziz dengan redha tenangkan pengikutnya berkata, “Tak apa..kita ikutlah..” Undian kali kedua juga membawa keputusan yang sama.. Dan Tuan Guru turut mengulangi kata-katanya seperti yang awal.. Namun kali ketiga turut memberi keputusan undian yang sama… Tampuk kepimpinan negara kerusinya dimenangi Pakatan… Dan mimpi terhenti…

Sepanjang sesi kempen dan pilihanraya negara berlangsung, mahasiswa kampus seluruh negara turut merasai bahangnya… Tak terkecuali UMSKAL… saat pengumuman keputusan, saya dan rakan-rakan berada di Dewan Utama kampus sedang buat persiapan program.. ketika keputusan disampaikan oleh Kak Mahira, yang menyatakan bahawa Pakatan memenangi 5 buah negei, saya terduduk…tak tertahan sebak hati…perkara itu teringat kembali…gagahkan diri, mula menutur menceritakan tentang itu pada kak mahira…

Semenjak itu, hasrat dihati untuk bertemu Tuan Guru terpatri.. Namun, sehingga akhir hayatnya belum sempat bertemu secara dekat… Belum sempat mencedok hikmah dari kalam beliau secara berdepan… Namun, Allah mentaqdirkan diri ini menjejak kaki ke Pantai Timur untuk pengkebumian SANG MUROBBI ummah ini…

11001775_450711515077931_7134255063567189820_n

Suasana sepanjang perjalanan… awan mendung (panas tak terik).. ada hujan renyai sikit…lautan manusia yang hadir…jalan sesak di sana…namun hati sabar…dan semua lautan manusia yang hadir berkesempatan mendekat walaupun di makamnya….ziarah dan solat jenazah berjemaah bergilir…kami bertolak pulang ke KL anggaran dalam jam 2pm..bertolak dari Maahad, jam 2.30am semalam… Alhamdulillah..

kalimah Allah dihari Pengebumian Tn.Guru Nik Aziz lautan manuasia di Pulau Melaka tn.guru 2 tn.guru

Sekembalinya dari melawat makam Tn.Guru Nik Abd Aziz… Sayunye hati tak terkata… saat pertama kali menjejak tanah bercahaya pantai timur.. Belum sempat berjumpa ketika hayatnya…memungut hikmah para ulama…merasai jiwa juang syuhada.. Moga ada penggantinya… Moga diri kita dan anak-anak keturunan kita juga penggantinya… Allahumma amiin…

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu
Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu
Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu
Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati
Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani..
Album :
Munsyid : Izzatul Islam

Kecintaan ‘Ukasyah bin Muhshan Terhadap Rasulullah S.A.W

Standard

KISAH SEDIH : Kisah Nabi bersama seorang pemuda syurga

Kisah ini diceritakan oleh Ust.Zakaria di Ijtima’ Dhuha fil yaumus Sabt, Maahad Tarbiyatul Ajyal pagi tadi…sangat menyentuh hati kisah ni….

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. pada saat sudah dekat wafatnya Rasulullah s.a.w., beliau menyuruh Bilal azan untuk mengerjakan solat, lalu berkumpul para Muhajirin dan Ansar di masjid Rasulullah s.a.w.. Kemudian Rasulullah s.a.w. menunaikan solat dua raka’at bersama semua yang hadir. Setelah selesai mengerjakan solat beliau bangun dan naik ke atas mimbar dan berkata:

“Allhamdulillah, wahai para muslimin, sesungguhnya saya adalah seorang nabi yang diutus dan mengajak orang kepada jalan Allah dengan izinnya. Dan saya ini adalah sebagai saudara kandung kalian, yang kasih dan sayang pada kalian semua seperti seorang ayah. Oleh kerana itu kalau ada yang mempunyai hak untuk menuntutku, maka hendaklah ia bangun dan balaslah saya sebelum saya dituntut di hari kiamat.”

Rasulullah s.a.w. berkata demikian sebanyak 3 kali kemudian bangunlah seorang lelaki yang bernama ‘Ukasyah bin Muhshan dan berkata:

“Demi ayahku dan ibuku ya Rasulullah s.a.w, kalau anda tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali sudah tentu saya tidak mahu melakukan hal ini.”

Lalu ‘Ukasyah berkata lagi: “Sesungguhnya dalam Perang Badar saya bersamamu ya Rasulullah, pada masa itu saya mengikuti unta anda dari belakang, setelah dekat saya pun turun menghampiri anda dengan tujuan supaya saya dapat mencium paha anda, tetapi anda telah mengambil tongkat dan memukul unta anda untuk berjalan cepat, yang mana pada masa itu saya pun anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya ingin tahu sama anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta tersebut.”

Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai ‘Ukasyah, Rasulullah s.a.w. sengaja memukul kamu.”

Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal r.a.: “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fatimah dan ambilkan tongkatku ke mari.”

Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fatimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata: “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk diqisas.”

Setelah Bilal sampai di rumah Fatimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fatimah r.a. menyahut dengan berkata: “Siapakah di pintu?.” Lalu Bilal r.a. berkata: “Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. untuk mengambil tongkat beliau.”

Kemudian Fatimah r.a. berkata: “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.” Berkata Bilal r.a.: “Wahai Fatimah, ayahandamu telah menyediakan dirinya untuk diqisas.”

Bertanya Fatimah. r.a. lagi: “Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqisas Rasulullah s.a.w.?.” Bilal r.a. tidak menjawab pertanyaan Fatimah r.a., segeralah Fatimah r.a. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah S.A.W.
Setelah Rasulullah S.A.W. menerima tongkat tersebut dari Bilal r.a. maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah.

Ketika melihat hal itu maka sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sayyidina Umar bin Khattab berdiri dan berkata, “Hai Ukasyah! Kami sekarang berada di hadapanmu! Pukul dan qisaslah kami berdua sepuasmu dan jangan sekali-kali engkau pukul Rasulullah saw.!”

Namun, dengan lembut, Rasulullah saw. berkata kepada kedua sahabat terkasihnya itu, “Duduklah kalian berdua. Allah telah mengetahui kedudukan kalian.”

Kemudian berdiri sayyidina Ali bin Abi Thalib yang langsung berkata, “Hai Ukasyah! Aku ini sekarang masih hidup di hadapan Nabi saw. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan qisas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka qisaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku semaumu dengan tangan engkau sendiri!”

Berkata Rasulullah saw. “Allah swt. telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali!”

Setelah itu cucu Rasulullah Hasan dan Husin bangun dengan berkata: “Wahai ‘Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahawa kami ini adalah cucu Rasulullah s.a.w., kalau kamu menqisas kami sama dengan kamu menqisas Rasulullah s.a.w.”

Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai buah hatiku, duduklah kalian berdua.” Berkata Rasulullah s.a.w. “Wahai ‘Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul.”

Kemudian ‘Ukasyah berkata: “Ya Rasulullah s.a.w., anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju.” Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju, terlihatlah kulit baginda yang putih dan halus maka menangislah semua yang hadir.

seketika ‘Ukasyah melihat tubuh badan Rasulullah s.a.w. maka ia pun mencium beliau dan berkata; “Saya tebus anda dengan jiwa saya, ya Rasulullah s.a.w. siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini kerana saya hendak menyentuhkan badan anda yang dimuliakan oleh Allah s.w.t dengan badan saya. Dan Allah s.w.t. menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu.”

Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya.”

Kemudian semua jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata: “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah s.a.w. di dalam syurga.”

 

~~Wallahua’lam~~

DIA titip CINTA pada setiap mehnah… :-)

Standard

Sabtu, 26 Julai 2014, 12:19am

Alhamdulillah…setinggi-tinggi kesyukuran dipanjatkan kehadrat Ilahi, kerana dengan limpah dan kurniaNya diberi keringanan untuk terus berkarya di blog yang bersawang ni. Sepatutnya minggu ni ‘our circle’ diteruskan seperti yang dijalankan setiap minggu. Tapi, memandangkan kesemua ahli ‘our circle’ sibuk untuk menyambut aidilfitri bersama keluarga, maka ana nukilkan di blog ni serba sedikit mengenainya…Inilah semangat baru yg DIA yg maha pengasih dan penyayang titipkan pd setiap mehnah… utk ana lihat pd Mad’u yg memerlukan CINTA utk dihulur…utk membawa lebih dekat pd Pencipta… 🙂

Apa tu ‘Our Circle’…?

Our circle adalah satu bulatan ilmu bagi kumpulan remaja yang mendapat ilham untuk ditubuhkan melalui Kelas Pendidikan Wanita (KPW) Masjid AnNur, w.p.Labuan. Terdiri daripada peserta remaja KPW dan anak2 peserta yang memiliki berbagai latar belakang. Objektifnya adalah untuk menyediakan satu medan bagi anak2 remaja ini berkumpul dan berukhwah dalam 1 perkumpulan yang berjiwa muda. Ia juga bertujuan agar anak2 remaja KPW dapat berbincang dan berkongsi ilmu dan aktiviti bersama, disamping mendidik diri untuk berada didalam ruang lingkup amal Islami.

Apakah antara aktiviti ‘Our Circle’?

Our circle InsyaaAllah tetap meneruskan dan melibatkan diri dalam aktiviti KPW dengan menghadiri kuliah dan kelas mengaji secara berkala pada hari Sabtu jam 2ptg. Selain itu, ‘circle’ bersama anak remaja juga diadakan setiap minggu selepas KPW. Antara aktiviti lain:

1. ‘Knowledge circle’

2. Kempen menutup aurat.

3. Imarahkan majlis2 ilmu sekitar Labuan.

4. Santai meja makan.

5. Ziarah kawan.

6. Raikan Ramadhan.

7. Jalan2 Aidilfitri.

8. Riadhah

9. Whatsapp group, 1 day 1 knowledge 1 smile 1 news.

Team ‘our circle’ masih terlalu baru untuk melangkah memandangkan kewujudannya pada tahun ni, 2014 belum lagi mencecah 1/2 tahun. Namun, berkat doa dan sokongan juga harapan dari pelbagai pihak, terutama tenaga pengajar KPW untuk anak2 remaja ini terbimbing, maka biiznillah ia mengorak langkah dengan perlahan dari satu aktiviti ke satu aktiviti. Target, adalah untuk menjadikan setiap ahlinya berilmu dan beramal serta berbakti kpd masyarakat dlm pd mendidik diri dan masyarakat mendekati ajaran Islam.

IMG_65080503977987

IMG_65089461114205

Jpeg

IMG-20140406-WA0004~2

DSC01710

 

 

Apa itu KPW?

KPW yang dipendekkan namanya dari Kelas Pendidikan Wanita Masjid AnNur, adalah kelas bimbingan untuk para wanita/muslimah di Labuan dari pelbagai sudut ilmu mencakupi fardhu ain, fardhu kifayah, hadith, tasawuf, sirah, tajwid, termasuk kelas mengaji iqra’ dan Al-Quran. Ia diadakan pada setiap hari sabtu selepas zohor 2ptg dan pada hari Ahad jam 8pg pd bulan Ramadhan. Antara aktiviti @ program KPW adalah:

1. Kuliah Ilmu

2. Kelas Mengaji

3. Qiamullail tahunan

4. Kursus Pengurusan jenazah

5. Tahlil rumah ke rumah.

6. ceramah Palestine

7. Tadarus dan khatam quran

8. Whatsapp group.

9. Muamalah

Labuan adalah sebuah wilayah yang agak ketandusan sinar Islam dek kerana terlalu byk pengaruh hiburan yang sedikit ekstrim. Namun begitu, amalan penghayatan agama sudah mula bertapak selangkah demi selangkah untuk kembali mendaulatkan Islam dibuminya bertahun dulu. Banyak pihak yang sedang berusaha dengan pelbagai cara, pendekatan dan medan digunakan untuk tujuan sama. Tidak terkecuali ‘Our Circle’ dan KPW yang amat memerlukan sokongan, penyertaan dan doa semua selain dari badan2 dan NGO2 yang tidak pernah lelah. Moga usaha2 ini dipandang Allah utk menggapai redhaNya.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

 ”Energi janji kan menginspirasi untuk terus menginstall diri agar bisa selalu memberi… kuunu robbaniyyiina bimaa kuntum tu’allimuunal kitabaa wa bimaa kuntum tadrusun. Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak bisa memberikannya kepada orang lain… faaqidusy syai laa yu’thii.”

(Solikhin Abu ‘Izzudin)

‘‘Jika engkau mampu mencegah diri dari kejahatan, maka engkau akan mampu mencegah orang lain dari kejahatan. Sesuai dengan kadar kekuatan imanmu. Engkau akan ongkang-ongkang kaki dirumah dan berdiam diri dari penumpasan kemungkaran-kemungkaran.”

(Syaikh Abdul Qadir Jailani, al-fathu ar-Rabbani: 50, dikutip dari al-Qiyadah, Jasim Mulhalhil al-Yasin)

‘‘Perumpamaan orang alim yang mengajak kebaikan kepada manusia tetapi dia sendiri tidak mengerjakannya, bagaikan lantera yang menerangi orang lain tetapi membakar dirinya sendiri”

(Hadith riwayst Thabrani dlm Al-Kabiir, sanad Hasan)

‘‘Nafas kader… waktu malam untuk ibadah, perjalanan untuk membaca, jaulah dakwah untuk menyebar fikrah dan berharakah untuk mewarnai dunia.”

(Solikhin Abu ‘Izzuddin)

Ketepuan dan kebekuan suatu ketika dulu dengan pelbagai mehnah dirasakan terlalu lama masa diambil untuk bangkit. Lantaran sendirian menggagah diri merangkak bertatih mengharungi dan menyelesaikan satu persatu ujian yang datang bertimpa-timpa disulami kesihatan yang meragut, diselingkan dgn pemergian satu persatu insan yg banyak menyokong. Namun, Allahu rahman wa rahim.. Diakhirnya kumulai melangkah utk keluar dari ketepuan dan kebekuan dengan berhenti mengharap pada insan, namun hanya pdNya adu tangis hiba itu.

Sesuai dgn saranan Syaikh Dr. Al-‘Aidh Al-Qarni dalam La Tahzan untuk kita lakukan perjalanan agar bisa keluar dari gundah, gelisah, sumpek, bosan, jenuh dan bermacam-macam beban yang menghimpit jiwa. Perjalanan itu hiburan, sumber inspirasi, modal energi, motivasi jitu, semangat seru, terus melaju dari waktu ke waktu. Dalam perjalanan itu yang membuatkan ana dpt menggali idea, gagasan, coretan, pemikiran dan karya. Seiring dengan terpateri dlm ‘Spirit yg hilang’ karangan Solikhin Abu ‘Izzudin. Dan begitu juga dalam kisah tarbiyah langsung dari Allah s.w.t buat KekasihNya Rasulullah s.a.w pd tahun dukacita akibat kehilangan 2 orang yang paling dicintai Baginda Nabi dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Subhanallah. Perjalanan yg mendebarkan dan mengasyikkan.

Ya Rabb, bantulah dan tuntunlah langkah hambaMu ini dengan rahmatMu yg luas dlm perjalanan kebaktianku dan pencarian bumiku, tapak tempatku berteduh, biar lelahku sendirian d rantauan bisa terubat sesuai dgn qada’ dan qadarMu. Amin.

Ada Sesuatu Yang Lebih Menguatkan seorang PEJUANG…

Standard

19 Disember 2012, Rabu, 11:22am

Alhamdulillah… syukurku ke hadrat Ilahi kerana masih dipinjamkan jasad dan roh untuk terus menerus beramal dan beribadah kepada Allah s.w.t dan berbakti juga berjuang untuk gapai manfaat di akhirat. Sesungguhnya tidak tergambar kasih sayangNya yang terlalu besar dan menggunung tinggi… melangit luas… Tanpa kasih sayangNya juga tidak mungkin ada makhluq yang diciptakanNya bebas hidup di dunia fana ini.

Seringkali kita merasakan dengan adanya matlamat dan azam sudah cukup menguatkan kita untuk berjuang ke akhirnya.. mehnah dan ujian pasti dapat ditolak ketepi tanpa dapat mempengaruhi diri yang sudah terpatri matlamat dihujungnya. Seolah-olah matlamat itu sangat menguatkan diri kita terutama insan yang mengaku ingin berjuang menegakkan agamaNya… HaqNya… Sunnnah RasulNya.. Hati insan yang sedemikian tidaklah ana nafikan akan kekuatannya dan ketabahannya dalam menghadapi ujian dan redha dengan taqdir yang ditetapkan untuk dirinya oleh Rabbul Jalil..

images

Namun, disebalik kekuatan dan ketabahan itu tetap dikira masih ada ruang kegoyahan kerana biarpun berbekalkan semangat kental… tubuh dan jasad tetap bisa goyah dan tidak ampuh melawan kesakitan andai diragut kesihatan diri… Diuji dengan mehnah dan tribulasi yang bertalu-talu… Insan itu turut menjadi keras dan seperti robot yang hanya ingin laju mencapai matlamat tanpa mempeduli akan orang-orang yang disekeliling yang sepatutnya dibawa bersama dalam perjalanan sebuah perjuangan. Dan amatlah tidak baik dan kerugian bagi sebuah da’wah yang keciciran perkara penting iaitu dalam pada membawa lebih ramai yang turut sama berada di atas landasan yang sama.

Apakah kalian tahu bahagian yang hilang itu?

Pengorbanan?

Tidak… orang yang hebat mengejar matlamat sangat faham dan amalkan konsep pengorbanan…

Istiqomah?

Tidak juga… kerna orang yang mahu capai matlamat pasti paling istiqomah menuju capaian terakhir…

Kefahaman?

Juga bukan… Kerana alasan yang sama… pasti dialah yang paling faham erti sebuah perjuangan… kerana itulah dialah yang paling struggle untuk perjuangan…

Keikhlasan?

Pun tidak… andai seseorang itu tidak ikhlas dalam berjuang, pasti sahaja dia tidak bertahan lama untuk terus istiqomah mencapai matlamat… pasti juga dia sedar akan pekejaan tanpa keikhlasan itu sia-sia belaka…

Daripada Umar Al Khatab r.a. Bahawasanya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah terdapat satu golongan yang bukan para nabi dan juga bukan para syuhada’ akan tetapi dicemburui oleh para nabi dan syuhada’ terhadap kedudukan mereka di sisi Allah pada hari kiamat kelak. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, beritahulah kami siapakah mereka? Jawab baginda: Mereka adalah golongan yang berkasih sayang dengan semangat cintakan Allah dan bukan kerana tali persaudaraan, atau harta benda. Demi Allah, sesungguhnya wajah-wajah mereka bercahaya. Dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak takut ketika manusia lain berasa takut. Mereka juga tidak sedih ketika manusia lain berasa sedih”.

love-baby1

Kemudian Rasulullah membaca ayat ini : “ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون” “Sesungguhnya wali-wali Allah itu tiada ketakutan dan tidak berasa sedih”. Diriwayat oleh Abu Daud.

Rasulullah juga bersabda dalam satu hadis lain : “Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : Dimanakah golongan yang berkasih sayang kerana kemuliaanKu? Pada hari ini Aku payungi mereka di bawah payunganku pada hari yang tiada perlindungan kecuali dari Aku”. Hadis riwayat Muslim.

Sesungguhnya hubungan persaudaraan ( ukhuwwah ) kerana Allah itu tidak akan terputus di dunia ini, bahkan ia berterusan sehingga ke hari akhirat. Allah berfirman di dalam surah al-Zukhruf yang bermaksud: “Teman-teman rapat pada hari itu ( kiamat ) menjadi musuh antara satu sama lain kecuali orang-orang yang bertakwa”.

images (1)

Iya… seorang insan yang ingin berjuang tidak boleh menjadi kuat seperti kuatnya hati pejuang yang dipenuhi dengan rasa kasih dan sayang terhadap tuhannya juga terhadap hambaNYA … makhluq ciptaanNYA… hanya kerana Allah s.w.t… hati-hati yang sebegini lebih kuat dan hebat dalam berjuang untuk mencapai matlamat di akhirnya… kekuatan dan ketabahan mereka tidak terduga dan tidak tercapai akal dan hati bagi mereka yang hanya ingin mengejar matlamat tanpa ada rasa kasih dan sayang sesama saudara seagama…

Arakian, hilangkanlah rasa benci, iri hati, dendam dan bara api yang hanya bisa memusnahkan hati seorang mukmin… ia bisa menghilangkan rasa kemanusiaan, keadilan, sehingga bisa menghilangkan akhlaqul kareem yang sepatutnya ada dalam jiwa seorang yang ingin berjuang membawa agama Allah s.w.t… yang ingin menjadi Asadullah… yang ingin menjadi Jundullah…

Seorang tentera Allah dan singa Allah bukanlah lahir dengan menjadi sebuah patung perhiasan yang hanya untuk dipandang tanpa berbuat apa atas apa yang berlaku disekelilingnya… bukan juga sebuah robot yang hanya melakukan sesuatu mengikut telunjuk dan dengan tanpa memikirkan hati dan perasaan insan disekeliling… apatah lagi memikirkan kebaikan dan keburukan yang berlaku di sekeliling… juga pastinya tidak akan bereaksi dan bertindak pada kemaksiatan dan kezaliman yang berlaku dalam masyarakat setempat apatah lagi masyarakat dunia… Maka dengan itu, jangan kikis fitrah rasa kasih dan sayang yang ada dalam diri kita… akan tetapi semai dan bajailah ia dan serahkan pada yang berhakkannya… InsyaaAllah… Allahu rahman wa Rahim..

Sabda Nabi SAW dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim :
Yang bermaksud : “Tidak sempurna iman seseorang daripada kamu sehingga ia mengasihi saudaranya seperti dia mengasihi dirinya sendiri”.

images (4)

~~Orang yang menyayangi pasti disayangi >> Menyayangimu tanpa syarat~~

Sebarkanlah Cintamu… 🙂

images (2)

~~Ukhwah Fillah Abadie Indah~~